Pada bagian ini aku akan menceritakan tentang masa kecilku, hm.. masa kecil memang akan selalu berkesan dan pasti selalu diingat oleh sebagian besar orang, yap seperti judul pada bagian keempat ini, bak peribahasa belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, namun belajar di waktu besar bagai mengukir di atas air. Untuk artinya bagi yang kepo atau belum tau, cari sendiri artinya yah, hehe..
Okay langsung aja nih, cerita ini dimulai waktu aku pertama kali berkenalan dengan dunia pendidikan anak usia dini, hm.. waktu itu masih dalam era tahun 90an, tepatnya tahun 1996, usiaku empat tahun dan aku mulai merasakan dunia baru dimana aku bertemu teman-teman seusiaku di kindergarten, atau taman kanak-kanak/teka/tk, hehe.. di tk itu kita memang hanya belajar untuk usia 4-5 tahun, atau lebih tepatnya Latihan belajar-lah namanya.. belajar yang menurut orang yang lebih tua itu super-super gampang, tapi enggak buat kita anak kecil yang ngerasain dan mengalamai, hehe ya iyalah ya..
Masa-masa yang indah yang aku lalui di tk itu, memang tak bisa terulang kembali, namun aku pada waktu umur 4-5 tahun itu adalah aku yang masih lugu, sangat pemalu, dan pendiam banget, teringat saat itu di tk saat di pagi hari mau masuk ke kelas, kan biasanya ada baris-berbaris dulu kan sebelum masuk kelas . . .
Nah untuk yang jadi ketua barisan kata bu guru itu gantian tiap hari, jadi pas giliran aku yang jadi ketua barisannya, bu guru bilang siap grak, aku gak ngikutin, bilang lencang depan, aku gak niruin juga, bilang tegap grak sama istirahat, aku gak ngikutin sama sekali, malah diem aja.. hadeh apa yang kau lakukan wahai aku yang lagi sekolah tk, hm..hehe aku gak tau yah waktu itu, aku gak tau apa-apa, aku gak tau kalau aku hari itu lagi tugas nyiapin temen-temenku, aku harus niruin bu guru waktu nyiapin, padahal aku udah berdiri di depan teman-temanku, aku malah milih buat diem aja, hm ya udah lah ya, karena aku bener-bener gak tau sama sekali itu-tuh namanya nyiapin barisan, akhirnya bu guru lah yang nyiapin dan masuklah ke kelas, karena aku gak ingat betul apa yang terjadi habis itu, pokonya aku dan teman-temanku sudah ada di dalam kelas untuk berdoa.
di TK itu aku ketemu sama banyak temen seusiaku, namun karena masih kecil banget aku gak punya temen deket yang banyak, cuma beberapa aja, dan aku sangat menghindari kalau mau temenan sama anak yang agak bandel atau nakal, ya iyalah.. kebanyakan temen sekolahku adalah temen main satu kampung juga..hehe
ada salah satu kenangan yang gak terlupa saat aku sekolah di TK itu, sebenernya itu kenangan yang agak tragis sih, dialami oleh kakak kelasku, pada waktu atau hari itu masih jam istirahat, anak-anak pada jajan dan bermain di halaman luar TK, aku juga berada disitu, entah ada kejadian apa tiba-tiba semua anak dan orang tua pada panik saat itu juga..
terlihat Ibu Guru Kepala TK sedang membopong kakak kelasku, dengan DARAH keluar dari kepalanya, langsung mengalir ke badan kakak kelasku itu juga Ibu Guru Kepala TK, sambil tangan Ibu Guru memgang kepala kakak kelasku, Wuizz hiddihhh.. itu rasanya jantung mau copot, dan gak mau rasanya melihat kejadian itu, tapi apa daya, badan dan mataku tiba-tiba langsung menghadap ke kajadian tragis itu...
Para orang tua langsung panik dan berlari dan memberi pertolongan pada kakak kelasku itu... dan akhirnya mungkin setelah beberapa hari, kakak kelasku di perban di bagian dahinya hingga sembuh, hadehh lemas rasanya melihat kejadian itu, dan kenangan itu gak lupa sampai sekarang hehe..
Setelah di telusuri apa penyebab kejadian itu, Ternyata itu semua berawal dari salah satu mainan yang ada di TK ku itu, Yap Penyebabnya adalah mainan Ayunan, hm.. bisa dijelasin bahwa, ada beberapa anak yang sedang main ayunan, dan ada juga yang bagian mengayun-ayun kan ayunan itu, nah karena mereka mengayun terlalu kencang, dan saat itu kakak kelasku yang jadi korban sedang lewat di depannya, terjadilah kejadian tragis itu, bagian pinggiran ayunan yang besar dan keras itu, yaiyalah dari besi, menghantam dahi atau pelipis kakak kelasku, hingga darah mengucur deras dari kepalanya.. hiddihhh..
yah begitulah ceritanya, semoga kita bisa mengambil hikmahnya aja ya, hehe, agar kita selalu berhati-hati kapanpun dan dimanapun berada. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar