Minggu, 09 Juni 2019

Isi Hati Seorang yang Biasa Saja . . .

Tepat Hari ini, 27 tahun yang lalu, aku hadir di dunia ini, dunia yang
menurut orang-orang hanyalah tempat singgah sementara, tak akan langgeng
untuk selamanya. Waktu aku dilahirkan, menurut cerita orang yang lebih tua
dariku, kehidupan di sekitar desaku masih sederhana, yah sekarang juga
Alhamdulillah masih seperti itu, kebersamaan dalam kesederhanaan, itulah
sebenarnya yang 'mahal' dan tak ternilai dengan apapun jua.



Yah, aku lahir di tanggal 09 Juni tahun '92, dan aku tumbuh dan besar
dalam masa kanak-kanak di era tahun 90an, era atau zaman dimana menurut
banyak orang adalah era penuh kebahagiaan, mungkin hampir sama dengan era
sebelumnya tahun 70an dan 80an, era 90an tentunya juga memiliki ciri khas
atau memori dan kenangan tersendiri bagi seseorang yang pernah
melewatinya. Dan mungkin perlu di ingat pula bahwa tahun 90an adalah tahun
terakhir atau puncak kehidupan dimana masa itu teknologi belum terlalu
'menguasai' atau menjamah hidup kita, ya tau sendirilah setelah itu atau
tepatnya sekarang di tahun 2'K'an (duaribuan hehe) teknologi terutama pada
lini komunikasi sudah seperti mengekang hidup sebagian orang yang mungkin
saja tidak bisa hidup tanpa alat komunikasi seperti handphone misalnya,
yang harus ada di dekat mereka, entahlah... hehehe..



Pada tanggal dimana aku dilahirkan itu, kata orang tua aku ini lahir saat
pagi hari, yah mungkin waktunya antara jam 6-7 pagi. Aku lahir di rumah
nenek dari ibuku, masa itu keluaraga nenekku mempunyai 7 anak, 3 lelaki
dan 4 perempuan, dan beberapa waktu setelah aku lahir, mungkin setelah
berapa bulan berlalu, kata ibu, kakek dari ibuku wafat karena sakit. Ibuku
sendiri adalah anak ke-3 di keluaraga nenekku, ayahku masih tinggal di
rumah nenek dari ibuku sebelum akhirnya kami punya rumah sendiri, yang
jaraknya tak terlalu jauh dari tempat aku dilahirkan. Di waktu yang masih
fajar hari lahirku itu, terlihat di depan rumah nenekku ada sedikit
keriuhan disana, menurut orang tuaku memang halaman rumah nenek masih
sangat lapang ketika itu, dan rumah-rumah juga masih jarang dengan jarak
yang agak jauh, tidak seperti sekarang, dimana dulu itu jarak yang
memisahkan antar rumah adalah kebun atau tanah kosong yang sekarang sudah
di bangun rumah dari anak atau keturunan keluarga-keluarga di desaku.



Oh iya, baru saja aku cerita ada sedikit keriuhan saat pagi hari dimana
aku dilahirkan, ada apa gerangan?, hehe ternyata menurut cerita, hari di
mana aku dilahirkan itu adalah tepat akan dilaksanakannya pencoblosan,
bahasa gampangnya, kalau bahasa resminya pemilu atau pemilihan umum.
Rupanya itu yang membuat agak ramai di halaman rumah nenek. Halaman rumah
nenek dipakai untu tempat nyoblos, atau yang kerap disebut TPS atau tempat
pemungutan suara. Setelah Ibuku melahirkan aku, kata beliau setelah itu
ibu langsung menggunakan hak suaranya untuk nyoblos atau memilih di pemilu
tahun itu, hehe...



Ternyata, peristiwa pemilu yang tepat saat aku lahir itu, mengilhami atau
menginspirasi ayahku untuk memberikan nama untukku, rupanya ada salah satu
kata dari namaku, yang akan mengingatkan aku, dan keluaragaku tentang
sebuah peristiwa yang terjadi saat aku hadir di dunia ini. Yah itu memang
berkesan bagiku. Nama yang diambil dari sebuah kejadian atau peristiwa
dimana yang punya nama itu dilahirkan memang ada beberapa di dunia ini,
dan salah satunya adalah aku. hehehe..